5 + 1 Alasan liburan ke Dieng

0
246
festival lampion di Dieng Culture Festival wisata on budget
festival lampion di Dieng Culture Festival wisata on budget
Reading Time: 5 minutes

Dataran tinggi Dieng adalah kawasan vulkanik dengan ketingggian rata-rata 2000 mdpl yang berada sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dalam beberapa tahun kawasan ini menjadi semakin populer sebagai salah satu pilihan destinasi wisata di Jawa Tengah. Terletak di 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, perjalanan kesana dapat ditempuh dalam beberapa jam dari Kota Purwokerto, Semarang atau Yogyakarta. 

Untuk menuju Dieng terdapat beberapa pilihan transportasi umum, diantaranya bus dan kereta api. Bila jarak ke Dieng relatif jauh dari tempat anda tinggal kereta api atau bus merupakan pilihan transportasi yang murah dan nyaman. Untuk transportasi di kawasan Dieng disarankan menyewa sepeda motor untuk memudahkan anda mengunjungi berbagai destinasi di kawasan tersebut.

Untuk mencari penginapan di Dieng terdapat berbagai pilihan seperti homestay, guesthouse hingga hotel.  Harga menginap termasuk murah yaitu mulai dari Rp 50.000,- per malam. Tentu harga yang ditawarkan bergantung pada saat kapan anda menginap. Peak Season di Dieng biasanya terjadi saat libur panjang, perayaan tahun baru, atau menjelang acara budaya yang akan diselenggarakan di Dieng.

Sunrise di Bukit Sikunir

Pemandangan dari atas Bukit Sikunir menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan yang menakjubkan. Puncak bukit yang diselimuti awan tipis berpadu dengan golden sunrise yang bewarna kemerahan menjelang pagi hari. 

C:\Users\Wiwid\Desktop\PWJKT\tugas_kelompok\sikunir.jpg

Sumber: Kompas.com

Untuk mencapai  puncak bukit pengunjung dapat berkendara dengan kendaraan pribadi hingga ke parkiran di kaki bukit dilanjutkan menaiki tangga bukit selama kurang lebih 45 menit. Akan sedikit melelahkan, tetapi akan terbayar ketika tiba di puncak.  Berangkatlah sepagi mungkin untuk mendapatkan spot terbaik untuk berfoto. Bila anda beruntung, anda akan menemui embun beku serupa salju yang menempel di rerumputan di sekitar kawasan Dieng.

Telaga –Telaga cantik

Ya, anda bisa menemukan beberapa telaga di kawasan dataran tinggi ini. Telaga-telaga ini terbentuk dari letusan maupun rekahan gunung api. Akibatnya air yang keluar dari perut bumi membentuk beberapa telaga yang sangat mempesona. Salah satu telaga yang dapat anda kunjungi ialah Telaga Warna. Seperti namanya telaga ini mempunyai warna yang dapat berubah-ubah, kadang berwarna hijau, putih kekuningan atau biru laut. Fenomena  ini disebabkan oleh endapan kandungan sulfur yang cukup tinggi di dasar telaga ini, sehingga saat sinar matahari mengenai permukaan air terjadi pembiasan cahaya yang menyebabkan air telaga tampak berwarna-warni.

C:\Users\Wiwid\Desktop\PWJKT\tugas_kelompok\telaga_warna.jpg

Sumber: vonholzenphoto.com

Untuk mencapai tempat ini sangat mudah. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Bila anda memilih kendaraan umum anda bisa turun di pertigaan dieng dilanjutkan dengan jalan kaki kira-kira 500 meter hingga gerbang masuk. Dengan kendaraan pribadi pengunjung hanya tinggal mengikuti papan penunjuk arah ke lokasi wisata Telaga Warna. Untuk masuk ke lokasi pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 7000,-. Setelah masuk pengunjung dapat memilih jalan paving blok di sepanjang sisi telaga. Selain Telaga Warna para pengunjung juga dapat mengunjungi telaga-telaga lainnya di kawasan Dieng seperti Telaga Merdada, Telaga Dringo, Telaga Menjer atau Telaga Cebong.

Kawah Sikidang

Dieng merupakan daerah pegunungan yang masih aktif. Hal ini terlihat dari banyaknya kawah yang mucul di berbagai area ini. Kawah kawah ini memiliki kandungan seperti sulfur atau karbondioksida.  Dari sekian banyak kawah di Dieng, Kawah Sikidang merupakan salah satu kawah yang populer di kalangan wisatawan. Kawah ini adalah salah satu kawah yang aman untuk dikunjungi karena tidak mengandung karbon dioksida seperti kawah-kawah lainnya. Walaupun demikian Kawah Sikidang memiliki bau yang agak menyengat yang disebabkan oleh belerang. Oleh karena itu para wisatawan dihimbau agar memakai masker apabila tertarik mengunjungi tempat ini. 

C:\Users\Wiwid\Desktop\PWJKT\tugas_kelompok\sikidang.jpg

Sumber: jpswisata.com

Lokasi kawah ini juga menjadi nilai tambah. Bila dibandingkan dengan kawah-kawah lainnya, yang terletak di puncak gunung, sehingga sulit untuk dilihat atau dijangkau, Kawah Sikidang terletak di area permukaan tanah yang datar. Para pengunjung dapat melihat lumpur panas yang meletup-letup dan kumpulan asap pekat yang mengepul di udara dengan leluasa. Untuk memasuki kawasan wisata kawah Sikidang pengunjung akan dikenai harga tiket sebesar Rp 10.000,-. Nantinya tiket ini bisa anda gunakan untuk tiket terusan ke obyek wisata candi di Dieng.

Candi tertua di Jawa

Keunikan lainnya yang dimiliki kawasan wisata ialah candi. Selain menikmati keindahan alam pegunungan, pengunjung juga berkesempatan untuk menelusuri sejarah peradaban Hindu yang konon katanya tertua di pulau Jawa. Beberapa kompleks candi yang menjadi tujuan favorit adalah kompleks Candi Arjuna dan Candi Gatotkaca.  Kompleks Candi Arjuna merupakan kompleks candi tertua di pulau Jawa. Diperkirakan situs candi ini dibangun pada awal abad 9 Masehi. Kompleks candi ini juga menjadi kompleks candi paling luas di kawasan Dieng dengan luas mencapai 1 hektar. Untuk mencapai Kompleks Candi Arjuna pengunjung dapat melewati akses jalur selatan dari Kawah Sikidang. Kompleks candi lainnya yang anda dapat kunjungi bernama Kompleks Candi Gatotkaca. Kompleks candi ini terletak 200 meter sebelah barat Kompleks Candi Arjuna. Candi ini juga dapat diakses lewat jalur selatan dari Kawah Sikidang dan terletak tepat di tepi jalan.

C:\Users\Wiwid\Desktop\PWJKT\tugas_kelompok\candi_arjuna.jpg

Sumber: Flickr.com

Kuliner khas Dieng

Setelah selesai mengunjungi beberapa tempat menarik di Dieng anda dapat beristirahat sambil mencoba kuliner khas di kawasan ini. Mie Ongklok adalah sajian khas Wonosobo yang banyak dijual di Dieng. Terbuat dari mie kuning dengan potongan kubis dan kucai yang dilengkapi kuah hangat dan kental menjadikan kuliner ini cocok dinikmati di kawasan Dieng yang identik dengan udara sejuk.  Untuk menambah cita rasa anda dapat menyantap Mie Ongklok dengan sate sapi atau tempe kemul. 

Sumber: resepkoki.id

Selain makanan khas Dieng juga memiliki buah khas yang hanya bisa tumbuh disana. Namanya adalah Carica atau pepaya gunung. Dari bentuknya buah ini terlihat seperti perpaduan antara buah pepaya dan kakao. Carica merupakan sejenis pepaya kecil yang hanya bisa tumbuh di daerah dingin dan lembab di ketinggian sekitar 1500 hingga 3000 mdpl. Buah ini pada umumnya diolah menjadi keripik atau manisan. Rasanya yang manis dengan tekstur kenyal menjadikan Carica cocok dijadikan olahan manis yang bisa anda bawa pulang untuk oleh-oleh.

C:\Users\Wiwid\Desktop\PWJKT\tugas_kelompok\carica.JPG

Sumber: satyawinnie.com

(BONUS) Dieng Culture Festival 

Salah satu atraksi pariwisata yang dinanti-nanti tiap tahunnya menjadikan Dieng Culture Festival sebagai acara yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Dieng. Festival budaya ini biasanya diadakan selama 3 hari berturut turut. Dimulai dengan festival kuliner dan bazaar, para pengunjung dapat berkeliling mencicipi banyak hidangan sambil mengenal berbagai produk UKM.  Hari pertama festival ini selanjutnya akan ditutup oleh salah satu acara yang menarik, yaitu Jazz Atas Awan. Pagelaran Jazz ini diselenggarakan di panggung terbuka di dataran tinggi Dieng. Penampilan para musisi jazz tanah air dipadu dengan kabut dan udara dingin berhasil menarik banyak perhatian pengunjung dan selalu dinantikan kehadirannya. 

C:\Users\Wiwid\Desktop\PWJKT\tugas_kelompok\jazz_fest.jpg

Sumber: Akurat.co

Pada hari berikutnya Festival Lampion diselenggarakan di malam kedua. Anda dapat menerbangkan lampion warna-warni bersama pengunjung lainnya. Akhirnya festival ini akan ditutup dengan kirab budaya dan  ruwatan pemotongan rambut gimbal sebagai puncak dari seluruh rangkaian acara. Ruwatan, yang merupakan upacara penyucian yang telah menjadi tradisi di tanah Jawa, dilakukan untuk membuang sial, malapetaka atau marabahaya. Perpaduan seni dan tradisi dikemas dengan sangat menarik di festival ini dan dapat menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Dieng Culture Festival berhasil menjadi magnet baru wisata di Jawa Tengah 

C:\Users\Wiwid\Desktop\PWJKT\tugas_kelompok\lampion_fest.jpg

Sumber: venuemagz.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here